Authentication
356x Tipe PDF Ukuran file 0.51 MB Source: pusdiklat.bps.go.id
Bahan Ajar (Materi Pelengkap Modul)
Statistik Deskriptif
Oleh : Budiyanto
Widyaiswara Ahli Madya
Diklat Fungsional Statistisi Tingkat Ahli – BPS Angkatan XXI
Jakarta, Februari 2020
Statistik Inferensia
Jika dalam statistik deskriptif dilakukan deskripsi pada data, maka
pada statistik inferensia, pada data dilakukan berbagai analisis yang
mengarah pada sebuah pengambilan kesimpulan.
Tahapan yang digunakan dalam statistik inferensia :
Menentukan H dan H , hal ini berkaitan dengan masalah
0 1
penelitian yang kemudian dirinci dalam berbagai hipotesisi yang
akan diuji.
Menentukan statistik hitung dan statistik tabel, atau dapat juga
langsung menentukan nilai/tingkat signifikansinya.
Mengambil keputusan sesuai dengan nilai signifikansi yang
digunakan.
5.1 Uji Perbedaan
Yang dimaksud dengan uji perbedaan adalah sebuah pengujian yang
bertujuan untuk melihat apakah sebuah sampel mempunyai perbedaan
yang nyata dengan sampel yang lain. Seperti apakah jumlah penduduk
di kota Jakarta dan Bandung berbeda secara nyata ataukah tidak? Alat
uji yang digunakan adalah uji t dan Anova.
5.1.1 Uji t Untuk Satu Sampel
Pada intinya, pengujian satu sampel ini akan menguji apakah suatu
nilai tertentu (yang diberikan sebagai pembanding) berbeda secara
nyata ataukah tidak dengan rata-rata sebuah sampel.
Contoh:
Suatu perusahaan menciptakan produk untuk mengurangi berat badan
wanita (diet). Untuk membuktikan apakah produk tersebut berhasil
atau tidak mengurangi berat badan wanita yang berat badannya di atas
70 kg. Maka dilakukan survei dengan jumlah sampel sebesar 20. Pada
tahap awal, berat badan wanita yang menjadi sampel diukur.
Kemudian diberikan perlakuan diet. Tiga bulan berikutnya (setelah
diet) maka berat badan orang-orang tersebut diukur kembali.
Perusahaan obat tersebut meyakini bahwa rata-rata berat badan sampel
setelah mengonsumsi obat diet tersebut adalah 60kg.
H: Rata-rata berat badan sampel setelah mengonsumsi obat diet
o
adalah 60kg
H: Rata-rata berat badan sampel setelah mengonsumsi obat diet
1
bukan 60kg
Langkah-Langkahnya:
Buka lembar kerja
Dari menu utama pilih menu Analyze-Compare Means – Independent
Sample T seperti gambar di bawah ini:
Gambar 41.Tampilan Menu Compare Means
Lalu akan muncul kotak dialog sebagai berikut:
Gambar 42.Kotak Dialog One-Sample T Test
Pada kolom Test Variable, masukkan variabel yang ingin diuji. Dalam kasus
ini adalah variabel SESUDAH yang mewakili berat badan sampel setelah
mengonsumsi obat diet.
Klik tombol Option untuk menentukan selang kepercayaan untuk uji t.
Dalam kasus ini adalah 95%. Kemudian klik Continue untuk kembali ke
kotak dialog awal.
Gambar 43.Kotak Dialog One-Sample T Test: Option
Klik OK. Maka akan keluar output seperti di bawah ini.
Gambar 44. Output Analisis Uji-t Satu Sampel
Dari output diketahui nilai statistik uji t = 7,999, derajat bebas df = 24, nilai
signfikansi sig. (2-tailed)=.000. Apabila tingkat signifikansi yang digunakan pada
pengujian ini =5% (0.05), maka untuk uji dua sisi menjadi 2,5%. Hipotesis nol
di atas ditolak karena sig.(2 tailed)/2<0.025.
Oleh karena itu, dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bawha rata-
rata berat badan konsumen setelah mengonsumsi obat diet tersebut bukanlah 60
kg.
5.1.2 Uji t Untuk Dua Sampel Bebas (Independent Sample Test)
Uji t dua sampel akan membandingkan rata-rata dari dua kelompok yang tidak
berhubungan satu dengan yang lain, dengan tujuan apakah kedua kelompok
tersebut mempunyai rat-rata yang sama ataukah tidak secara signifikan.
Contoh kasus:
Manajer riset stasiun TV G ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan
frekuensi menonton TV pada stasiun TV G untuk kelompok usia 15-20 tahun di
kota Jakarta dan Bekasi. Diambil sampel 60 orang secara acak dan diminta
keterangan tentang frekuensi menonton TV G (dalam jam) selama seminggu
terakhir.
no reviews yet
Please Login to review.