379x Filetype PPT File size 2.89 MB Source: dewi_andryani.staff.gunadarma.ac.id
Sistem informasi manajemen (manajement information system atau
sering dikenal dengan singkatannya MIS) merupakan penerapan sistem
informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi
yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.
SIM (sistem informasi manajemen) dapat didefinisikan sebagai
kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang bertanggung
jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan
informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam
kegiatan perencanaan dan pengendalian..
SIM merupakan kumpulan dari sistem-sistem informasi. SIM
tergantung dari besar kecilnya organisasi dapat terdiri dari sistem-
sistem informasi seperti sistem informasi akuntansi, sistem informasi
pemasaran, sistem informasi pembelian, dan lain sebagainya. Semua
sistem-sistem informasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan
informasi kepada semua tingkatan manajemen, yaitu manajemen
tingkat bawah (lower level anagement), manajemen tingkat menengah
(middle level management) dan manajemen tingkat atas (top level
management).
Top level management dengan executive management dapat terdiri dari
direktur utama (president), direktur (vise-president) dan eksekutif lainnya
di fungsi-fungsi pemasaran, pembelian, teknik, produksi, keuangan dan
akuntansi. Sedang middle level management dapat terdiri dari manajer-
manajer devisi dan manajer-manajer cabang. Lower level management
disebut degan operating management dapat meliputi mandor dan
pengawas. Top level management disebut juga dengan strategic level,
middle level management dengan tactical level dan lower management
dengan tehcnical level.
Level Operasional
o Aktifitas Dasar dan transaksi rutin
o Akurasi dan terkinian Data
Level Pengetahuan (Knowledge)
o Mendukung pengetahuan dan data pekerjaan
o Mengintegrasikan pengetahuan baru kedalam bisnis
o Otomasi Perkantoran
Level Menejemen
o Pengawasan secara periodik, pengambilan keputusan dan
administrasi
o Mengetahui apakan kegiatan bisnis bekerja dengan baik.
Level Strategis
o Perencanaan strategis jangka panjang (mis. 5 tahun);
o Informasi Internal dan eksternal.
Level Operasional
o Pembuatan KTP online, pelaporan pajak, perizinan, absensi,
penggajian,
Level Pengetahuan
o Sistem perkantoran, persiapan dan manajemen dokumen kerja,
Level Menejemen
o Pengambilan keputusan yang tidak rutin (terkait dengan
pertanyaan “bagaimana jika” )
o Memperoleh data dari sumber internal dan eksternal
Level Strategis
o Pengembangan Produk layanan untuk 5 tahun ke depan,
o Kebutuhan karyawan di 5 tahun mendatang
Merupakan suatu sistem yang menyediakan informasi bagi eksekutif
mengenai kinerja keseluruhan perusahaan. Sistem Informasi dapat
diambil dengan mudah dalam berbagai tingkat rincian.
Merupakan sistem terkomputerisasi yang menyediakan akses bagi
eksekutif secara mudah ke informasi internal dan eksternal yang relevan
dengan critical success factor (faktor penentu keberhasilan) (menurut
Watson,1993).
Salah satu contoh penerapan Konsep manajemen pada EIS
CRITICAL SUCCESS FACTOR (CSF)
Contoh :
Industri kendaraan bermotor , CSF yang diyakini : model, jaringan
dealer yang efisien dan pengendalian biaya manufaktur yang kuat.
Perusahaan Asuransi Jiwa, CSF yang diyakini : pengembangan personil
manajemen agen, pengendalian personil administratif, dan inovasi
dalam menciptakan produk-produk asuransi.
no reviews yet
Please Login to review.