Authentication
325x Tipe DOCX Ukuran file 1.29 MB Source: repository.unikama.ac.id
BAB I
PENDAHULUAN
A. KOMPETENSI DASAR
Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang ruang lingkup
Teknologi Pengolahan Hasil Ternak
B. TUJUAN
Mahasiswa dapat:
1. Menjelaskan pengertian secara umum teknologi pengolahan hasil
ternak
2. Menjelaskan tujuan teknologi pengolahan hasil ternak
3. Menjelaskan tentang keamanan pangan
4. Menjelaskan tentang kualitas dan penanganan hasil ternak
5. Menjelaskan metode teknologi pengawetan dan pengolahan hasil
ternak
RUANG LINGKUP TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL TERNAK
I. Pengertian Teknologi Pengolahan Hasil Ternak
Manusia agar dapat melangsungkan kehidupannya maka harus memenuhi
kebutuhan akan makanan (pangan). Kebutuhan akan makanan itu sendiri merupakan
sesuatu yang fitri (alamiah) adanya, yakni tidak perlu diajarkan. Bayi yang baru
dilahirkan secara otomatis membutuhkan makanan (air susu). Demikian halnya
dengan organisme atau makhluk hidup lainnya. Cara memenuhi kebutuhan akan
1
makanan tersebut mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan
kebudayaan dan peradaban manusia itu sendiri. Sebagai contoh adalah pada zaman
dahulu, manusia membutuhkan makanan (pangan) dengan cara berburu, kemudian
melakukan budidaya dengan menggunakan teknologi dari yang paling primitif (batu)
sampai modern seperti sekarang ini.
Penemuan dan penggunaan teknologi yang cukup spektakuler pada masa lalu
adalah adanya teknologi api. Api digunakan untuk membakar bahan makanan dan
menjadi lebih empuk, enak, dan harum daripada tidak dibakar. Berawal teknologi api
ini pula berkembang teknologi-teknologi lain yang mengiringinya. Api tidak lagi
hanya untuk membakar, tetapi untuk merebus yang tentu saja memerlukan alat
perebusan. Selanjutnya dari api pula ditemukan teknologi pengawetan bahan
makanan dengan cara pengasapan yang kelak di kemudian hari menjadi begitu
penting peranannya dalam teknologi pengawetan bahan pangan. Penggunaan
teknologi api jugalah yang membedakan manusia dengan jenis makhluk hidup
lainnya secara nyata.
Perkembangan penggunaaan teknologi tentu saja beriringan dengan
perkembangan akal budi manusia dalam mencerna kenyataan alam sekitar. Akal budi
manusia berfikir bahwa akan menjadi mudah, efektif dan efisien apabila dalam
menyediakan kebutuhan makanan tidak perlu berburu tetapi dengan memelihara
binatang (domestikasi), menanam tumbuhan, dan melakukan pengolahan bahan
makanan. Kenyataan tersebut juga ditunjang dengan fakta bahwa sumber daya alam
semakin berkurang sementara kebutuhan akan makanan semakin meningkat.
Akhirnya manusiapun berfikir bahwa perlu adanya upaya efisiensi dan efektifitas
akan ketersediaan makanan. Dari sinilah kemudian timbul berbagai teknik
2
bagaimana agar makanan yang ada tidak segera habis, tetapi dapat disimpan lebih
lama lagi dengan cita-rasa dan nilai gizi yang tidak berubah. Perkembangan yang
lebih lanjut adalah seperti yang dirasakan sekarang ini, dimana manusia telah mampu
menyediakan bahan makanannya sendiri, mempertahankan kualitas dan
mengolahnya menjadi berbagai macam jenis produk makanan.
Hasil ternak merupakan bagian dari produk pangan sebagaimana produk
pangan yang lain seperti biji-bijian, sayuran, buah-buahan, perikanan, dan lain-lain.
Oleh karena itu penerapan teknologi pada hasil-hasil ternak tidak terlepas dari
pembahasan masalah teknologi pangan itu sendiri. Setidak-tidaknya dianjurkan untuk
menambah wawasan/referensi dengan literatur yang berkaitan dengan teknologi
pangan.
Namun demikian tidak semua produk peternakan merupakan sumber pangan,
tetapi bisa saja sebagai sumber sandang, misalnya kulit dan wol. Kulit dan wol
disebut sebagai sumber sandang karena merupakan bahan baku dalam industri
sandang seperti untuk pembuatan pakaian, tas, sepatu, dan bentuk-bentuk aksesoris
lainnya. Oleh karenanya produk peternakan bisa digolongkan ke dalam dua macam
yaitu sebagai sumber pangan seperti daging, susu, dan telur dan sumber sandang
yaitu kulit/wol. Selanjutnya dalam kajian ini, penerapan teknologi hasil ternak
melalui pendekatan komoditas, yaitu daging, kulit, susu dan telur.
Teknologi pengolahan hasil ternak merupakan ilmu terapan yang dikenakan
pada hasil-hasil ternak dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu seperti ilmu kimia,
biokimia, fisika, dan mikrobiologi. Teknologi adalah suatu ilmu terapan yang
memanfaatkan ilmu kimia, biokimia, fisika, fisikokimia, serta sifat biologis bahan
pangan. Dengan demikian cakupan ilmu teknologi hasil ternak cukup luas. Sifat
3
kimiawi dari bahan pangan meliputi (a) komposisi protein, lemak dan karbohidrat,
(b) reaksi kimia yang terjadi bila diolah, (c) interaksi antara zat-zat yang terkandung
dalam bahan pangan itu dengan zat kimia aditif. Sedangkan sifat-sifat biokimia
berkaitan erat dengan aktivitas enzimatis lepas mortem atau panen dan terhadap
kehadiran bahan-bahan yang mempengaruhi aktivitas fisiologis seperti vitamin. Sifat
fisik bahan pangan meliputi warna, berat jenis, indeks refraksi, viskositas, tekstur,
dan berbagai konstanta panas. Sifat fisikokimia berkaitan erat dengan sifat-sifat suatu
bentuk larutan, koloid, dan kristal yang terjadi di dalam makanan. Sedangkan sifat
biologis dititikberatkan pada aspek mikrobiologis seperti aktivitas mikroorganisma
yang terdapat pada bahan makanan baik yang terlibat pada proses fermentasi maupun
pembusukan.
Teknologi pengolahan hasil ternak lebih menekankan pada aspek kesegaran,
penampakan, stabilitas, penghindaran dari kontaminasi, pencegahan kebusukan, dan
pengembangan produk baru dari komponen-komponen hasil ternak. Berkaitan
dengan hal tersebut juga penting bagaimana cara mempertahankan serta
meningkatkan cita rasa dan mutu gizi melalui berbagai cara proses dan pengolahan.
Teknologi tersebut diterapkan pada komoditas hasil ternak yaitu Daging, Telur, Kulit
dan Susu.
II. Tujuan Teknologi Pengolahan Hasil Ternak
Tujuan utama teknologi pengolahan hasil ternak adalah untuk mendapatkan
produk ternak yang berkualitas baik sehingga aman dan sehat bagi konsumen. Hasil
ternak merupakan bahan yang sangat mudah rusak sehingga perlu segera dilakukan
penanganan. Berbagai teknologi penanganan/pengawetan dan pengolahan dapat
4
no reviews yet
Please Login to review.