jagomart
digital resources
picture1_Pupuk Pdf 58148 | 189447 Id None


 221x       Tipe PDF       Ukuran file 0.08 MB       Source: media.neliti.com


File: Pupuk Pdf 58148 | 189447 Id None
pertumbuhan bibit kopi arabika coffea arabica l di medium gambut pada berbagai tingkat naungan dan dosis pupuk nitrogen arabica coffee coffea arabica l seedling growth in the peat medium at ...

icon picture PDF Filetype PDF | Diposting 22 Aug 2022 | 4 thn lalu
Berikut sebagian tangkapan teks file ini.
Geser ke kiri pada layar.
                              PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.)                     
                        DI MEDIUM GAMBUT PADA BERBAGAI TINGKAT NAUNGAN DAN 
                                               DOSIS PUPUK NITROGEN 
                         ARABICA COFFEE (Coffea arabica L.) SEEDLING GROWTH IN THE 
                        PEAT MEDIUM AT VARIOUS LEVEL OF SHADING AND NITROGEN 
                                                    FERTILIZATION 
                                                  1                   2        2 
                                            Anita , Gunawan Tabrani , Idwar
                          Agrotechnology Departement, Agriculture Faculty, University of Riau 
                                         Adress: Bina Widya Campus, Pekanbaru 
                                          Anitarisam0@gmail.com/085364519844 
                                                                
                                                                
                                                         ABSTRACT 
                       The purpose of this research was to got of arabica coffee seedling growth better 
                       which although it is planted on peat medium by shading and Nitrogen fertilizer. 
                       This research was carried out at the experimental station, Faculty of Agriculture 
                       Riau University on Bina Widya Campus, Simpang Baru Sub-districs, Tampan 
                       Districs, Pekanbaru from October 2015 to Januari 2016. This research was done 
                       experimentally utilized split plot design based on completely randomized design. 
                       The  main  plot  was  shading.  Which  are:  without  shading,  25%  shading,  50% 
                       shading  and  75%  shading.  Sub-plot  was  Nitrogen  Fertilization,  were:  without 
                       nitrogen, 9,8 g N/plant (200 kgN/ha) and 19,6 g N/plant (400 kgN/ha). Parameter 
                       observed are seedling height, number of leafs, diameter of stalk, root volume, dry 
                       weight  seedling,  leafs  and  root  ratio,  the  leaf  width.  The  results  showed  that 
                       shading could increase number of leafs, seedling dry weight and the leaf width. 
                       Nitrogen  fertilizer    on  peat  medium  has  showed  negative  effect  on  seedling 
                       height, the number of leaf, diameter of stalk, root volume and seedling dry weight 
                       of Arabica coffee seedling. 
                        
                       Keywords:  arabica  coffea  seedling  growth,  peat  medium,  shading,  nitrogen 
                       fertilizer
                       PENDAHULUAN                               lapangan     kerja   dan     sumber 
                                                                 pendapatan petani. 
                            Perkebunan  merupakan  sektor              Badan  Pusat  Statistik  Provinsi 
                       yang memegang andil besar baik dari       Riau  (2013),  menyebutkan  luas 
                       segi  ekonomi  maupun  sosial.  Salah     perkebunan  kopi  di  Riau  4.863  ha, 
                       satu  komoditas  perkebunan  adalah       yang     tersebar   di   Kabupaten 
                       kopi sebagai komoditas ekspor yang        Pelalawan  1.289  ha,  Indragiri  Hilir 
                       cukup  penting  bagi  perekonomian        1.276  ha,  Kepulauan  Meranti  1.142 
                       Indonesia  dalam  menyumbangkan           ha, Bengkalis 399 ha, Indragiri Hulu 
                       devisa  negara.  Selain  itu  peran       348 ha, Rokan Hulu 189 ha, Siak 140 
                       industri komoditas kopi yang penting      ha, Dumai 29 ha, Kuantan Singingi 
                       lainnya  adalah  sebagai  membuka         18 ha, Kampar 17 ha dan Rokan Hilir 
                                                                 16  ha,  dengan  produktivitas  0,51 
                       1. Mahasiswa Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Riau    1 
                       2. Staff Pengajar Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian,Universitas Riau 
                       JOM FAPERTA Vol. 3 No. 2 Oktober 2016 
                            ton/ha.  Menurut Najiati dan Danarti               lebih    baik    di   medium  dengan 
                            (1999)     produktivitas       kopi     di         pemberian      naungan      dan     pupuk 
                            Indonesia masih termasuk sedang.                   nitrogen  
                                  Pembibitan merupakan tahapan 
                            yang         sangat          menentukan            METODE PENELITIAN  
                            produktivitas  tanaman  di  lapangan,                    Penelitian      dilaksanakan       di 
                            sehingga  kegiatan  pembibitan  harus              kebun percobaan Fakultas Pertanian 
                            dikelola dengan baik. Pemilihan bibit              Universitas Riau Kampus Binawidya 
                            merupakan  langkah  awal  dalam                    Km 12,5  Kelurahan  Simpang  Baru 
                            menentukan  keberhasilan  budidaya                 Kecamatan Tampan Pekanbaru, yang 
                            kopi.    Pembibitan  membutuhkan                   dimulai  dari  bulan  Oktober  2015 
                            media tanam dengan sifat fisik, kimia              sampai      dengan      Januari      2016. 
                            dan  biologi  yang  baik.  Medium                  Penelitian  dilakukan  dalam  bentuk 
                            pembibitan  yang  sering  digunakan                percobaan      dengan      menggunakan 
                            adalah  lapisan  top  soil  dengan                 Rancangan  Petak  Terpisah  (Split 
                            dicampur  dengan  pupuk  organik                   Splot  Design)  4  x  3  dengan  pola 
                            sehingga  diperoleh  media  dengan                 dasar    rancangan       acak    lengkap. 
                            kesuburan yang baik (Nurhakim dan                  Faktor naungan sebagai petak utama 
                            Rahayu,  2014).  Oleh  sebab  itu                  terdiri  dari  tanpa  naungan,  naungan 
                            alternatif   yang     dapat    dilakukan           25%,  naungan  50%,  naungan  75% 
                            adalah  memanfaatkan  lahan-lahan                  sedangkan  dosis  pupuk  nitrogen 
                            marginal seperti tanah gambut.                     sebagai anak petak terdiri dari 3 taraf 
                                  Bibit  kopi  yang  berkualitas               yaitu tanpa dosis pupuk nitrogen (0 
                            tidak    terlepas    dari    penggunaan            kgN/ha),  dosis  9,8  N/tanaman  (200 
                            naungan,  karena  bibit  kopi  tidak               kgN/ha), dosis 19,6 N/tanaman (400 
                            mampu  beradaptasi  pada  intensitas               kgN/ha).  
                            cahaya tinggi. Tingkat naungan yang                         Data  pengamatan  dianalisis 
                            tidak  sesuai  pada  fase  pembibitan              dengan menggunakan program SAS 
                            akan  menghasilkan  kualitas  bibit                versi  9.12.  Data  kemudian  diuji 
                            kopi yang rendah (BALITRI, 2012).                  lanjut    dengan  uji  jarak  berganda 
                            Oleh karena itu produksi bibit yang                Duncan  pada  taraf  5%.  Parameter 
                            berkualitas        akan        menjamin            yang  diamati  yaitu  tinggi  bibit, 
                            produktivitas kopi di kebun.                       jumlah     daun,     diameter      batang, 
                                  Selain    penggunaan  naungan                volume  akar,  berat  kering  bibit, 
                            upaya  yang  dapat  dilakukan  untuk               nisbah  tajuk  dan  akar,  luas  daun 
                            mendapatkan        bibit    kopi     yang          terluas.
                            berkualitas  yaitu  dengan  pemberian                       
                            pupuk,  agar  ketersediaan  hara  yang             HASIL DAN PEMBAHASAN 
                            dibutuhkan         bibit       terpenuhi.          Tinggi bibit (cm) 
                            Penggunaan  pupuk  anorganik  yang 
                            mengandung          unsur        nitrogen                 Hasil        analisis        ragam 
                            diharapkan  dapat  berperan  dalam                 menunjukkan  bahwa  tidak  terjadi 
                            meningkatkan  pertumbuhan  bibit                   interaksi  antara  naungan  dan  dosis 
                            kopi, sehingga dapat dihasilkan bibit              nitrogen terhadap tinggi bibit. Tinggi 
                            yang pertumbuhannya berkualitas.                   bibit  hanya    dipengaruhi  oleh  dosis 
                                 Penelitian  ini  bertujuan  untuk             nitrogen.  Hasil  uji  jarak  berganda 
                            mendapatkan pertumbuhan bibit kopi                 Duncan  pada  taraf  5%  pengaruh 
                            arabika  (Coffea  arabica  L.)  yang               dosis nitrogen atas tinggi bibit dilihat 
                                                                               pada Tabel 1. 
                            JOM Faperta Vol. 3 No. 2 Oktober 2016                                                        2 
                             
                              Tabel  1.  Rerata  tinggi  bibit  kopi                   berakibat  dalam  produksi  ion-ion 
                                             arabika       yang       diberi           hidrogen            dan           berpotensi 
                                             beberapa dosis nitrogen.                  meningkatkan  kemasaman  tanah. 
                                                                                       Hasil      penelitian      Maihana        dan 
                                 Dosis Nitrogen            Tinggi bibit                Pujianto        (2014)         menunjukan, 
                                                                (cm)                   pemberian            10         gN/tanaman 
                                     0 kgN/ha                 27,08 a                  berpengaruh  negatif  pada  peubah 
                                 200 kgN/ha                   24,40 ab                 tinggi        bibit       kopi        robusta 
                                 400 kgN/ha                    22,52 b                 dibandingkan         dengan        dosis      5 
                                Keterangan:  Angka-angka  pada  kolom                  gN/tanaman. Selain itu Widodo dan 
                                yang  sama  yang  diikuti  oleh  huruf  kecil          Sudradjat (1983) mengatakan, tinggi 
                                yang sama    berbeda tidak nyata menurut 
                                uji lanjut jarak berganda duncan pada taraf            bibit  coklat  yang  diberi  nitrogen 
                                5%.                                                    berbeda       tidak      nyata      terhadap 
                                                                                       perlakuan  tanpa  nitrogen  (kontrol), 
                                      Tabel  1  menunjukkan  bahwa                     tetapi    menunjukkan  pertumbuhan 
                              bibit  kopi  di  medium  gambut  yang                    vegetatif yang relatif tinggi. Anomali 
                              dipupuk  400  kgN/ha  terlihat  lebih                    pengaruh         nitrogen        ini      juga 
                              rendah  dibandingkan  dengan  bibit                      diperkirakan,  karena  jumlah  daun 
                              yang  tidak  dipupuk,  tetapi  tidak                     bibit  yang  berkurang  (Tabel  2), 
                              demikian        terhadap       bibit     yang            sehingga fotosintat bibit rendah. 
                              dipupuk dengan 200 kgN/ha. Hal ini 
                              diduga tanah gambut yang digunakan                       Jumlah daun (helai) 
                              sudah      sering      dipakai,     sehingga                    Hasil          analisis         ragam 
                              kandungan  unsur  hara  nitrogennya                      menunjukkan, tidak terjadi  interaksi 
                              sudah  cukup  tinggi.  Hasil  analisis                   antara      naungan        dengan        dosis 
                              gambut          menunjukkan            bahwa             nitrogen untuk jumlah daun. Jumlah 
                              kandungan  N  tanah  gambut  yang                        daun dipengaruhi oleh naungan atau 
                              digunakan        pada       penelitian      ini          dosis  nitrogen.  Pengaruh  naungan 
                              termasuk  kriteria  sedang.  Hal  ini                    atau dosis nitrogen atas jumlah daun 
                              menggambarkan,             bahwa        akibat           ditunjukkan pada Tabel 2.  
                              gambut yang digunakan sering pakai                       Tabel  2.  Rerata  jumlah  daun  bibit 
                              maka menyebabkan N menjadi lebih                                      kopi arabika pada berbagai 
                              tinggi  dari  gambut  alami,  sehingga                                tingkat     naungan    dan 
                              penggunaan 400 kgN/ha berdampak                                       beberapa dosis nitrogen 
                              negatif  terhadap  tinggi  bibit  kopi. 
                              Penggunaan  urea  sebagai  sumber                         Faktor                     Jumlah daun        
                              nitrogen  menyebabkan  peningkatan                                                      ( helai) 
                              keasaman  tanah,  sehingga  semakin                       Naungan                   
                              banyak ion H+ yang dibebaskan yang                        Tanpa Naungan                   7,02 b 
                              menyebabkan terjadinya peningkatan                        Naungan 25%                   10,61 a 
                              keasaman tanah yang pada akhirnya                         Naungan 50%                   10,03 a 
                              akan         menekan           pertumbuhan                Naungan 75%                   10,81 a 
                              tanaman.  Foth  (1995)  menyatakan                        Dosis Nitrogen                      
                              bahwa  pupuk  yang  mengandung                                0 kgN/ha                  13,05 a 
                              nitrogen  dalam  bentuk  amonia  atau                     200 kgN/ha                      9,38 b 
                              dalam bentuk lainnya dapat berubah                        400 kgN/ha                      6,41 c 
                              menjadi  nitrat  yang  berakibat  pada                   Keterangan:Angka-angka pada kolom yang 
                                                                                       sama  yang  diikuti  oleh  huruf  kecil  yang 
                              penurunan  pH  tanah.  Nitrifikasi                       sama      pada      masing-masing        faktor 
                              JOM Faperta Vol. 3 No. 2 Oktober 2016                                                                  3 
                               
                            menunjukkan  berbeda  tidak  nyata  menurut         kopi  yang  dipupuk  nitrogen  200 
                            uji lanjut jarak berganda duncan pada taraf         kgN/ha  dibandingkan  dengan  bibit 
                            5%.                                                 yang tidak dipupuk. Hal ini diduga, 
                                   Tabel  2  menunjukkan  bahwa                 kandungan N (0,66%) gambut yang 
                            naungan meningkatkan jumlah daun                    digunakan sudah cukup tinggi akibat 
                            bibit    kopi     arabika.     Sifat     ini        sudah  sering  digunakan,  sehingga 
                            dikarenakan tanaman kopi termasuk                   pemberian  pupuk  N  diduga  terjadi 
                            golongan tanaman C3 yaitu tanaman                   keracunan  atau  ketidakseimbangan 
                            yang  tidak  membutuhkan  cahaya                    unsur  hara  pada  tanah.  Haryanto 
                            penuh. Hal ini sesuai dengan Sanger                 dkk.,  (2008)  menyatakan  bahwa 
                            (1998)  yang  mengatakan,  tanaman                  pemberian  pupuk  terlalu  banyak 
                            C3  membutuhkan  intensitas  cahaya                 mengakibatkan larutan tanah menjadi 
                            tidak  penuh  untuk  dapat  tumbuh                  pekat  dan  berakibat  garam-garam 
                            optimal.      Tanaman        kopi     akan          mineral tidak dapat diserap oleh akar 
                            melakukan  fotosintesis  dengan  baik               tanaman  dan  menjadi  penimbunan 
                            apabila  cahaya  matahari  diterima                 garam-garam         atau     ion-ion      di 
                            tidak  lebih  dari  60  %  (Prawoto,                permukaan            akar        sehingga 
                            2007).         Pengamatan            visual         menghambat  serapan  hara  yang 
                            menunjukkan bahwa bibit kopi pada                   sekaligus       dapat       menyebabkan 
                            penelitian       ini      menggugurkan              keracunan bagi tanaman. Terjadinya 
                            daunnya,  terutama  pada  bibit  yang               penurunan  jumlah  daun  dengan 
                            tidak    diberi    naungan.      Hal     ini        meningkatnya  dosis  pemupukan  N, 
                            menggambarkan,  bahwa  bibit  kopi                  mengkonfirmasi         hasil    penelitian 
                            yang  menerima  cahaya  matahari                    bahwa  terjadi        pengaruh  negatif 
                            intensitas tinggi akan menggugurkan                 peningkatan  dosis  pemupukan  N 
                            daun,  karena  terjadi  peningkatan                 terhadap pertumbuhan bibit kopi.  
                            asam     absisat     yang     merangsang            Diameter batang (mm) 
                            terjadinya  pengguguran  daun.  Oleh                       Hasil analisis ragam menunjuk-
                            karena itu bibit kopi yang menerima                 kan,  tidak  terjadi  interaksi  antara 
                            cahaya  matahari  dengan  intensitas                naungan dengan dosis nitrogen untuk 
                            rendah akan tetap bertambah jumlah                  diameter  batang.  Diameter  batang 
                            daunnya.  Menurut  Cruzz  (1997),                   hanya  dipengaruhi oleh dosis nitro-
                            intensitas          cahaya           tinggi         gen.  Pengaruh  dosis  nitrogen  atas 
                            menyebabkan         proses     transpirasi          diameter  batang  dapat  dilihat  pada 
                            meningkat,         sehingga         terjadi         Tabel 3.  
                            penurunan  kandungan  air  dalam 
                            jaringan  bibit,  sehingga  memacu                  Tabel 3. Rerata diameter batang kopi 
                            terbentuknya  lapisan  absisik  pada                          arabika pada beberapa dosis 
                            tangkai      daun       dan      berakibat                    nitrogen. 
                            rontoknya daun.                                                                 Diameter 
                                   Selain  itu  Tabel  2  menunjuk-                Dosis Nitrogen         batang (mm) 
                            kan  bahwa  jumlah  daun  bibit  kopi                       0 kgN/ha              2,75 a 
                            yang  ditanam  di  medium  gambut                       200 kgN/ha                2,44 ab 
                            yang  dipupuk  400  kgN/ha  terlihat                    400 kgN/ha                2,04 b 
                            lebih  sedikit  dibandingkan  dengan                Keterangan: Angka-angka pada kolom yang 
                            bibit  yang  dipupuk  nitrogen  200                 sama  yang  diikuti  oleh  huruf  kecil  yang 
                            kgN/ha dan bibit yang tidak dipupuk.                sama berbeda tidak nyata menurut uji lanjut 
                            Demikian  juga  jumlah  daun  bibit                 jarak berganda duncan pada taraf 5%.  
                            JOM Faperta Vol. 3 No. 2 Oktober 2016                                                          4 
                             
Kata-kata yang terdapat di dalam file ini mungkin membantu anda melihat apakah file ini sesuai dengan yang dicari :

...Pertumbuhan bibit kopi arabika coffea arabica l di medium gambut pada berbagai tingkat naungan dan dosis pupuk nitrogen coffee seedling growth in the peat at various level of shading and fertilization anita gunawan tabrani idwar agrotechnology departement agriculture faculty university riau adress bina widya campus pekanbaru anitarisam gmail com abstract purpose this research was to got better which although it is planted on by fertilizer carried out experimental station simpang baru sub districs tampan from october januari done experimentally utilized split plot design based completely randomized main are without were g n plant kgn ha parameter observed height number leafs diameter stalk root volume dry weight ratio leaf width results showed that could increase has negative effect keywords pendahuluan lapangan kerja sumber pendapatan petani perkebunan merupakan sektor badan pusat statistik provinsi yang memegang andil besar baik dari menyebutkan luas segi ekonomi maupun sosial salah s...

no reviews yet
Please Login to review.