Authentication
352x Tipe PPT Ukuran file 1.42 MB Source: bahan-ajar.esaunggul.ac.id
KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN
• Mahasiswa mampu memahami memahami proses fisiologi
kehamilan
• Mahasiswa dapat menjelaskan Gangguan infertilitas pada
Tahapan pada proses persalinan
• Mahasiswa dapat menjelaskan Fisiologi masa persalinan ,
Fisiologi proses laktasi , Fisiologi Masa nifas
PATOFISIOLOGI KEHAMILAN , PERSALINAN DAN
NIFAS
• Kehamilan dan keguguran
• Gangguan edem, proteinuria dan hipertensi
• Gangguan maternal terkait kehamilan
• Komplikasi persalinan dan kelahiran
• Komplikasi pada masa nifas
Kehamilan dan keguguran
• Penimbangan ibu pada kehamilan sangat penting karena :
– kenaikan berat badan yang terlalu banyak menandakan
retensi air yang berlebihan atau keadaan prae oedema ->
gejala dini toxeaemia gravidarum
– Kurang naiknya berat badan menandakan gangguan
pertumbuhan janin
• Metabolisme basal naik pada kehamilan , terjadi penimbunan
protein dan kadar zat lemak naik dalam darah cenderung
terjadi pada ketosis
• Jumlah leukosit lebih dari 12 000/mm3 menunjukkan adanya
infeksi
Hiperemesis gravidarum
• Keluhan mual dan muntah pada wanita hamil muda biasanya
berkurang pada akhir trismester pertama , Kadang bertambah hingga
pekerjaan sehari- hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk _>
ini yang disebut hiperemesis gravidarum
• Faktor predisposisi : sering pada premigravida akibat Peningkatan
berlebih hormon HCG
• Patofisiolologi : akibat muntah terus menerus cadangan karbohidrat ,
lemak akan habis terpakai untuk keperluan energi,
• oksidasi lemak yang tak sempurna timbul ketosis .
• Kekurangan/kehilangan cairan menyebabkan dehidrasi , cairan
ekstrasel dan plasma berkurang. Narium dan klorida darah turun ,klorida
urin berkurang, terjadi hemokonsentrasi sehingga aliran darah keda lam
jaringan menurun. Menyebabkan jumlah zat makanan dan O2 ke
jaringan berkurang dan menimbun zat2 metabolik yang toksik
• Menurut gejala hipremesis gravidarum dibagi dlm 3 tingkat :
1. Tingkat I : muntah terus menerus mempengaruhi keadaan
umum penderita , lemas tidak nafsu makan , bb menurun , nyeri
diepigastrium ,tekanan darah turun , turgor kulit berkurang,
lidah kering , mata cekung
2. Tingkat II : tampak lemah, apatis, turgor berkurang , lidah kering
& kotor , nadi kecil &cepat, suhu meningkat sedikit, mata sedikit
ikterus(tanda kerusakan hati),cekung, hemokonsentrasi, oliguria,
konstipasi , pernafasan bau aceton , ditemukan ceton pada urin
3. Tingkat III : keadaan umum lebih berat lagi , muntah2 berhenti,
kesadaran menurun dari somnolen -> koma, nadi kecil & cepat,
suhu meningkat, tensi turun,ikterus karena payah hati , dapat
terjadi komplikasi pada SSP yang disebut Ensefalopati Wernicke :
nistagmus, diplopia, perubahan mental
no reviews yet
Please Login to review.