Authentication
597x Tipe DOCX Ukuran file 0.03 MB
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar belakang
Pencemaran air merupakan sebuah kondisi berubahnya fungsi sungai, danau maupun
laut akibat ulah manusia. Fungsi mulanya sebagai sumber kehidupan beralih ke tempat
pembuangan sampah. Bagaimana tidak, tengoklah ke sungai-sungai dekat rumah kita.
Apalagi kondisi sungai di Manado. Sangat mengerikan. Tak ubahnya pemandangan
kubangan kotoran hasil limbah manusia. Untuk itulah makalah ini dibuat agar masalah
pencemaran air ini bisa diidentifikasi penyebab dan cara mengatasinya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis memilih beberapa masalah untuk dibahas
dalam tulisan ini, antara lain:
1. Apa itu pencemaran air?
2. Seberapa parah pencemaran air di Manado?
3. Apa penyebab utama dan akibat tercemarnya air?
4. Bagaimana cara mengatasi pencemaran air di Manado?
C.Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, penulis merangkum tujuan penulisan ini adalah
sebagai berikut:
1. Untuk memahami pengertian pencemaran air
2. Untuk mengetahui kondisi sumber air terutama sungai
3. Untuk mengetahui penyebab dan akibat tercemarnya air di Manado
4. Untuk mencari solusi mengatasi pencemaran air
1
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pencemaran Air
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air
seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan
dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah
satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan
polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan
terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air
minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya
berpotensi sebagai objek wisata.
Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai dan gempa bumi juga
mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air. Namun hal ini tidak dianggap
sebagai pencemaran
Pencemaran air merupakan masalah global utama yang membutuhkan evaluasi dan
revisi kebijakan sumber daya air pada semua tingkat. Telah dikatakan bahwa polusi air
adalah penyebab terkemuka di dunia untuk kematian dan penyakit dan tercatat atas
.
kematian lebih dari 14.000 orang setiap harinya Diperkirakan 700 juta orang India tidak
memiliki akses ke toilet, dan 1.000 anak-anak India meninggal karena penyakit diare
setiap hari. Sekitar 90% dari kota-kota Cina menderita polusi air hingga tingkatan tertentu
.
dan hampir 500 juta orang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman Ditambah
lagi selain polusi air merupakan masalah akut di negara berkembang, negara-negara maju
masih berjuang dengan masalah polusi juga. Dalam laporan nasional yang terbaru, kualitas
air di Amerika Serikat, 45% dari mil sungai dinilai, 47% dari danau hektare dinilai, dan
32% dari teluk dinilai dan muara mil persegi diklasifikasikan sebagai tercemar.
Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan antropogenik dan
ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia, seperti air minum, dan/atau mengalami
pergeseran ditandai dalam kemampuannya untuk mendukung komunitas penyusun biotik,
seperti ikan. Fenomena alam seperti gunung berapi, ledakan alga, kebinasaan ikan, badai,
dan gempa bumi juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi
air.
2
B. Kondisi Sungai di Manado
Banyak yang berpikir tempat tinggal kita sedang baik-baik saja. Selama membayar
pajak dan tidak ada yang mengganggu keamanan, kehidupan akan terus berjalan normal.
Jika kita berpikir demikian maka penulis merasa perlu untuk mencelikkan mata bagaimana
kondisi alam terutama sungai di Manado. Ya, kondisi sungai-sungai kita sangat
memperihatinkan. Jauh dari kata bersih dan klinis apalagi untuk dikonsumsi.
Coba saja mintai seseorang mengambil air di salah satu sungai di Manado untuk
dimasak dan diminum. Jika mendapat tanggapan yang pedas atau kena pukul, itu adalah
hal yang wajar. Sungai sebagai sumber kehidupan tak hanya manusia tapi juga satwa yang
hidup di dalamnya berubah menjadi kubangan limbah terutama limbah plastik. Jika kita
sempat membaca salah satu surat kabar ternama di Manado pada 2016 lalu, tampak
kondisi sungai ketika memasuki musim kemarau. Jorok dan mengerikan. Hamparan
sampah plastik mendominasi pemandangan buruk itu. Bahkan sempat viral sebuah video
pada Februari lalu. Memperlihatkan lautan botol plastik di sebuah kali di Manado, di
belakang perumahan warga. Video yang berdurasi beberapa detik itu tersebar di media
sosial dan menuai komentar negatif dari netizen. Puncaknya pada 2018 lalu, Manado
mendapat predikat sebagai salah satu kota terkotor di Indonesia setelah Medan dan Bandar
Lampung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sangat
memalukan mengingat Manado pernah menyandang kota terbersih dengan berdirinya tugu
Adipura di dekat bandara. Belum lagi limbah kotoran manusia dan hewan yang dibuang ke
sungai. Aroma yang kurang sedap tentu akan tercium dan mengganggu pernapasan kita.
C.Penyebab Pencemaran Sungai
Tidak bisa dipungkiri bahwa penyebab tercemarnya sungai adalah ulah manusia itu
sendiri. Barang-barang yang sudah tidak terpakai sering kali tidak kita buang pada
tempatnya. Mau cari cepat dan instan, buang saja di sungai. Toh, akan terbawa arus dan
rumah kita bersih dari sampah. Apalagi bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai.
Mental masyarakat yang sudah mendarah-daging ini sepertinya menjadi penyebab air
tercemar. Tidak tersedianya tempat sampah di rumah atau pun malas mencari tempat
sampah. Pada akhirnya sungai menjadi pilihan alternatif dan terakhir. Gagalnya Manado
meraih predikat kota terbersih tak lepas dari kebiasaan masyarakatnya yang tidak begitu
kooperatif membantu pemerintah. Contoh kecilnya seperti membuang sampah pada
3
tempatnya. Apa susahnya sih mencari tempat sampah? Apakah itu merupakan barang
langka yang sulit dicari? Menurut penulis tentu tidak. Hanya kita-nya saja yang malas
mencari tempat sampah.
D.Dampak Pencemaran Sungai
Banjir. Itu salah satu dari sekian banyak dampak tercemarnya air sungai. Tentu masih
membekas di ingatan bagaimana peristiwa alam 2014 lalu ketika banjir bandang
menerjang Manado. Kita tidak bisa serta-merta mengatakan bahwa banjir tersebut
disebabkan membludaknya volume air dari hulu sungai. Sampah yang menghambat arus
sungai menjadi musabab banjir dahsyat tersebut. Baru dampak banjir saja, kita pasti sudah
kewalahan. Lalu, bagaimana dengan dampak-dampak lainnya?
Sebuah portal berita online mengatakan bahwa pencemaran muara sungai di Manado
telah mencapai ambang batas. Kali ini masalah yang ditimbulkan adalah penyakit. Seorang
professor bernama Markus Lasut, dosen dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Sam Ratulangi menyebutkan opini yang mengerikan. Menurutnya, muara-
muara sungai di Manado seperti Bailang, Maasing dan Tondano sudah di atas baku mutu
lingkungan. Jumlah mikroorganisme jahat di dalam air sudah di luar batas kewajaran.
Misalnya seperti bakteri Escherichia coli atau lebih dikenal dengan nama E.Coli.
Bakteri ini hidup di dalam usus manusia dan hewan. Walau kebanyakan jenis E.coli hanya
menyebabkan diare ringan, beberapa jenis tertentu seperti E.coli O157:H7 dapat
menyebabkan infeksi usus serius yang mengakibatkan diare, sakit perut, dan demam.
Bakteri tersebut biasanya berasal dari kandang-kandang hewan. Ataupun WC buatan
masyarakat yang pembuangannya mengarah langsung ke badan sungai. Tentunya hal
tersebut berbahaya bagi anak-anak. Apalagi tempat bermain mereka yang senang mandi di
sungai.
Belum lagi dampak pencemaran yang ditimbulkan oleh tidak telatennya pengelolaan
sampah di TPA Sumompo. Yang mengakibatkan menghitamnya air sungai di belakang
pemukiman warga. Resapan air di sekitar gunungan sampah tidak lagi optimal. Karenanya,
air bercampur limbah sampah masuk ke sungai dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
E. Solusi Mengurangi Pencemaran Air
4
no reviews yet
Please Login to review.